RSS

"Strategi Belajar di Perguruan Tinggi"



              Belajar diperguruan tinggi sangat jauh berbeda dengan belajar di sekolah dasar atau menengah. Selain pelajaran semakin sulit, mahasiswa juga sering merasa kesusahan dalam hal cara belajar. Perlu diketahui bahwa belajar diperguruan tinggi kita dituntut untuk menjadi mahasiswa yang aktif dalam bidang apapun, terlebih dalam bidang akademik. Jika di sekolah menengah siswa cenderung lebih pasif, karena hanya mendapat asupan pelajaran-pelajaran dari guru yang bersangkutan. Lain halnya dengan di perguruan tinggi, dosen hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran, mahasiswa yang harus aktif.
            Dalam hal tugas pun berbeda, jika di sekolah menengah siswa hanya perlu mengerjakan tugas yang ditugaskan oleh guru, lalu mengumpulkannya pada pelajaran yang bersangkutan. Tidak dengan di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut berfikir keras dalam hal belajar, penyelesaian tugas pun dilakukan dengan sungguh – sungguh.
            Tapi banyak mahasiswa yang tidak tahu bagaimana cara belajar dengan baik. Karena terlalu terlena dengan kehidupan dunia kampus yang bebas. Sebenarnya disinilah kita diuji bagaimana dapat mengatur waktu antara belajar dan melakukan hal lainnya. Berikut adalah strategi belajar di perguruan tinggi sesuai dengan pengalaman saya menjadi mahasiswa.

1.     Buat perencanaan jangka pendek.
            Buat rencana untuk seminggu ke depan. Jadwalkan apa saja yang akan dilakukan. Dari mulai hal yang paling penting sampai biasa-biasa saja. Seperti, mengerjakan tugas, mempersiapkan ujian, membuat paper, memperlajari mata kuliah yang belum dan sudah dibahas. Hal ini untuk menghindari terjadi penumpukan tugas atau ketidaksiapan diri untuk menerima pelajaran. 

2.     Gunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin.
            Jangan buang-buang waktu untuk sekedar mejeng-mejeng dengan teman. Lebih baik gunakan waktu untuk mengerjakan tugas, atau mendiskusikan mata kuliah yang dianggap susah. Ini lebih bermanfaat ketimbang membuang waktu untuk hal yang tak ada gunanya. Pelajari juga mata kuliah yang sudah dibahas di kelas. Untuk memperdalam pengetahuan, dapat memanfaatkan, perpustakaan, internet, untuk mencari sumber-sumber yang berkaitan dengan hal pembelajaran.

3.     Jangan bolos!
Walaupun pembelajaran di kampus adalah bebas. Dalam artian, masuk atau tidaknya mahasiswa pada matakuliah yang diajarkan tidak begitu mengambil andil dalam hal penilaian. Setidaknya kerajinan untuk menghadiri kuliah adalah hal yang wajib. Untuk membiasakan diri dengan dunia kampus. Ilmu yang di dapat pun banyak.
4.     Pahami cara dosen mengajar,
            Di perguruan tinggi ada dosen yang mudah di ajak bekerja sama. Dalam artian enak untuk berdiskusi. Ada juga yang enggan untuk terbuka kepada mahasiswa. Disini kita sebagai mahasiswalah yang harus rajin-rajin berkomunikasi kepada dosen yang bersangkutan, kita yang perlu menyesuaikan diri dengan nya. Walau sulit sekalipun.

5.     Catat!
Setiap mata kuliah yang dibahas, atau di diskusikan, hendaknya kita mencatat hal-hal yang penting. Dengan mencatat kita lebih mudah untuk menangkap mata kuliah yang dibahas. Dengan catatan juga kita dapat menambahkan materi untuk bahan ujian di tengah atau akhir semester. Sesampainya dirumah catatan yang tadi dibuat, dapat dikembankan kembali kedalam kata-kata sederhana yang mudah dimengerti dan dipahami.

            Itulah beberapa strategi belajar yang dapat dipraktekan secara langsung. Berhasil atau tidak nya tergantung pada diri masing-masing. Mau berubah atau tidak. Selamat mencoba.

"Pemerintah berniat menaikan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik"


 Dibuat oleh :
Nama : Hurin Inn
NPM : 23211408
Kelas : 1EB12

          Pemerintah berencana menaikan harga bahan bakar minyak pada 1 April mendatang untuk wilayah Jawa & Bali. Menurut saya kenaikan Bahan bakar minyak yang akan terjadi pada 1 April mendatang sangat baik adanya. Selain untuk memperbaiki perekonomian negara, juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Walau dampak akan kenaikan ini akan membuahkan hal yang tidak diinginkan. Seperti banyaknya kemiskinan dimana-mana, dan meningkatnya taraf kemiskinan di masyarakat.
            Pemerintah memberi wacana kenaikan bahan bakar minyak tentu ada maksud dan tujuan yang ingin dicapai kedepannya. Tujuan positiv tepatnya.
            Telah kita ketahui bahan bakar minyak terbagi menjadi bahan bakar minyak bersubsidi dan non subsidi. Seharusnya, pemerintah menggalakan penggunakan bahan bakar bersubsidi hanya untuk masyarakat kalangan menegah ke bawah. Untuk membantu perekonomian mereka. Dan untuk orang yang “berduit” harusnya menggunakan bahan bakar minyak yang “tidak bersubsidi”. Seringkali kita lihat orang yang bermobil besar, berdompet tebal malah membeli bahan bakar yang bersubsidi, ini tidak pada penempatannya. Dan sebaliknya masyarakat dari kalangan bawah malah membeli bahan bakar non subsidi yang jauh mahal harganya. Sebenarnya siapa yang tidak mampu???..
            Tidak hanya itu, semestinya pihak SPBU juga turut mengambil andil dalam hal penjualan bahan bakar kepada konsumen. Seperti dilihat bagaimana keadaan si pembeli, mampu atau tidak. Jangan sampai terjadi kesalahan seperti yang telah di bahas sebelumnya.
            Kenaikan bahan bakar minyak pun perlu di lakukan secara bertahap. Jangan sekaligus membandrol dengan harga melambung untuk tiap liternya. Harus disesuaikan juga dengan keadaan masyarakat menengah ke bawah. Jika kenaikannya tahap demi tahap, masyarakat kemungkinan akan menerima perlahan-lahan kan kenaikan yang ada. Dan apabila pemerintah membandrol harga tinggi pada saat kenaikan bahan bakar pertama kalinya. Saya yakin yang ada malah demo besar-besaran dimana-mana.
            Kenaikan bahan bakar  minyak juga mengundang isu kenaikan tarif dasar listrik. Kenaikan tarif dasar listrik harus disikapi secara positif juga. Kenaikan ini pula tidak mengambil pengaruh besar terhadap usaha mikro dan menengah yang memanfaatkan listrik. Tarif dasar listrik perlu disesuaikan dengan si pengguna, pemerintah juga harus membentuk tarif golongan untuk para pengguna, seperti tarif pengguna bawah, menengah kebawah, menengah ke atas, serta pengguna besar, seperti perusahaan-perusahaan besar. Kenaikannya harus seimbang dengan listrik yang digunakan oleh pengguna.

Dasar Pemasaran


TUGAS DASAR PEMASARAN








Nama Kelompok :
1.      Elvira Lysandra Putri              28211790
2.      Hurin Inn                                23211408
3.      Zsahra Meizhella                     27211735

Kelas               : 1 EB 12


1.     Latar Belakang
          Dengan usaha yang ada sekarang ini sudah terbilang banyak dan beranekah ragam usaha yang berkembang, jumlah penduduk yang terus bertambah, perekonomian yang semakin sulit dan lapangan kerja yang peluangnya semakin sedikit, membuat penduduk semakin banyak penggangguran.
          Terutama di negara berkembang seperti Indonesia  yang tingkat usahanya lebih dikuasai oleh negara asing. Untuk dapat memajukan tingkat ekonomi negara Indonesia sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia yang dapat membuat inovasi sebagai pengusaha. Dengan hal itu pengangguran di negara ini pun dapat berkurang dan juga dapat meningkatkan perekonomian negara.
          Untuk kami kami masalah yang cenderung sekarang ini tidak jadi persoalan selama ada kemauan dari kita memamfaatkan kemampuan dari skill yang ada pada kita bisa mengurangi permasalahan permerintah soal penggangguran dan masalah krisis ekonomi. Sekarang ini menyalurkan bakat dengan membuka usaha seperti berdagang menjual barang lansung kepada konsumen lebih diperlukan, apalagi untuk sekarang jumlah penduduk dengan terus bertambah peradapan manusia semakin berkembang dan kemajuan teknologi yang sangat cangkih, maka selera masyarakiat akan makanan semakin tinggi.
          Masyarakat yang sibuk bekerja lebih memilih untuk membeli makanan extra saji yang cepat dan praktis daripada membuatnya sendiri. Dengan demikian didasari dengan hal itu kami memiliki inovasi untuk membuat usaha roti secara kecil-kecilan.Kami ingin membuka lapangan kerja baru dan juga pilihan makanan lain untuk masyarakat.
         



2
2.     Pembahasan
2.1.           Analisa 4P ( Product , Price, Place, Promotion )
2.1.1.  Product – Produk
         Produk yang kami jual adalah donat dengan berbagai macam rasa. Kami mengambil brand “Roti Gembul”. Kami memilih usaha produk roti dikarenakan mudah nya dalam pembuatan, dan banyaknya peminat.
2.1.2.  Price – Harga
ü  Harga tiap- tiap rotit sangat terjangkau, tergantung roti yang dipesan. Untuk  roti  isi daging harga kami bandrol lebih mahal dari roti biasa. Karena bahan untuk membuatnya pun berbeda.
2.1.3.  Place – Tempat
ü  Lokasi penjualan yang bersih dan terjaga
ü  Konsumen dapat membeli secara langsung ataupun dengan cara memesan terlebih dahulu.
ü  Lokasi tempat usaha strategis, dapat dijangkau semua pihak.

2.1.4.  Promotion – Promosi
ü  Melakukan penjualan secara langsung.
ü  Melakukan penjualan dari tempat ke tempat lain.
ü  Setiap pembelian 10 roti gratis 1 roti coklat atau keju.
ü  Setiap pembelian lebih dari 5 box mendapat diskon khusus.


3

2.2.          Siklus Kehidupan usaha
2.2.1.              Tahap Perkenalan
Pada tahap perkenalan, kami mengambil strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy). Kami memulai dengan peluncuran produk baru “Roti Gembul” dengan mematok harga rendah, dan juga menerapkan promosi tingkat rendah. Kami mematok produk pada harga rendah untuk mendorong penerimaan produk yang cepat dan biaya yang kami keluarkan rendah pula. Kami juga tidak menggunakan bahan pengawet karena itu roti pun lebih fresh dan memiliki waktu kadaluarsa yang lebih singkat.
2.2.2.              Tahap Pertumbuhan
Dalam tahap ini kami berusaha untuk meningkatkan kualitas produk yang kami produksi dari waktu ke waktu. Dengan menambahkan banyak variasi seperti ukuran produk dari yang kecil hingga ukuran besar, rasa yang bermacam-macam. Selain itu kami akan melakukan pembaharuan packaging produk kami dengan mengganti atau menambahkan desain pada pembungkus produk kami. Hal itu pun tak luput dari penambahan keistimewaan dan gaya dari tiap-tiap produk. Penerapan potongan harga beli juga kami terapkan untuk pembelian produk kami dalam jumlah besar. Kami juga akan menarik produk yang kami keluarkan apabila sudah tidak layak untuk dikonsumsi, hal ini agar menjaga kepercayaan konsumen akan produk kami yang masih fresh.


4

2.2.3.              Tahap Kedewasaan
Dalam tahap ini kami berusaha untuk menarik minat konsumen  akan produk yang kami jual dengan memperhatikan kritik dan saran konsumen. Dari mulai kebersihan, kerapihan produk yang kami tampilkan. Untuk perbaikan model dari waktu ke waktu akan kami  perbaharui sedemikian rupa.
2.2.4.              Tahap Penurunan
Dalam tahap ini kami akan melakukan inovasi – inovasi rasa baru dan juga tidak hanya menjual roti tapi juga kue-kue agar pangsa pasar bertambah. Kami juga akan melakukan promosi dengan pemberian diskon untuk roti roti yang diminati.












5

3.     Kesimpulan
            Usaha ini dibuat atas dasar, keinginan kami untuk mengelola roti yang berbagai macam rasa dan tidak memakai bahan pengawet sedikitpun demi kesehatan konsumen .Kebanyakan yang kami lihat banyak perusahan lain yang menggunakan produk yang memakai bahan berzat kimia, kami juga berharap usaha ini dapat mengurangi pengangguran yang ada di sekitar lokasi usaha .
   Semoga usaha ini dapat berjalan lancar, dan juga dapat diterima di kalangan masyarakat luas. Semoga usaha yang kami buat juga dapat bertahan lama dan memiliki banyak pelanggan tetap. Dan juga semoga usaha ini dapat menjadi pelajaran  bagi kami yang menjalankan agar dapat memiliki inovasi usaha lain.
           
















6